Content Delivery Network (CDN)
Menyimpan salinan konten statis seperti gambar, stylesheet, JavaScript, font, dan file lainnya pada jaringan edge sehingga pengunjung dapat menerima konten dari lokasi yang secara jaringan lebih dekat.
CDN Server Network membantu mendistribusikan konten melalui jaringan edge, mengurangi beban origin server, mempercepat akses pengunjung, serta menambah lapisan keamanan terhadap trafik berbahaya.
Sistem CDN bekerja sebagai lapisan di antara pengunjung dan server asal. Request dapat diproses, diperiksa, dan sebagian konten dapat dilayani dari lokasi edge yang lebih dekat.
Menyimpan salinan konten statis seperti gambar, stylesheet, JavaScript, font, dan file lainnya pada jaringan edge sehingga pengunjung dapat menerima konten dari lokasi yang secara jaringan lebih dekat.
Membantu menyerap dan memfilter lonjakan trafik berbahaya sebelum mencapai origin server. Tujuannya menjaga layanan tetap tersedia ketika terjadi trafik tidak normal atau serangan terdistribusi.
WAF menyaring request mencurigakan menggunakan aturan keamanan untuk membantu mengurangi risiko eksploitasi pada aplikasi web.
DNS menerjemahkan nama domain menjadi alamat jaringan dan menjadi salah satu bagian awal dari proses pengunjung terhubung ke website.
Dengan cache yang efektif, sebagian request dapat dilayani oleh edge sehingga penggunaan bandwidth dan pemrosesan pada origin server dapat berkurang.
Gambaran sederhana berikut menjelaskan alur umum CDN dan lapisan keamanan sebelum sebuah request diteruskan ke server asal.
Browser meminta halaman, gambar, script, atau resource lain menggunakan nama domain.
Request dapat diperiksa oleh sistem keamanan, aturan WAF, rate control, serta mekanisme mitigasi trafik berbahaya.
Jika konten tersedia di cache, edge dapat mengirimkannya langsung. Jika tidak, request diteruskan ke origin server.
Konten yang sering diakses dapat dilayani dari jaringan edge sehingga origin server tidak perlu menangani setiap request secara langsung.
Pengunjung dapat mengambil konten dari titik jaringan yang lebih dekat.
Cache membantu mengurangi transfer data langsung dari server utama.
Distribusi trafik dan caching membantu mengurangi tekanan pada origin.
Request dapat diperiksa sebelum mencapai aplikasi atau server asal.
Arsitektur edge dapat menjadi titik kontrol untuk mendeteksi pola trafik tidak normal, menerapkan aturan aplikasi, membatasi request tertentu, dan meneruskan trafik yang dianggap valid.
CDN adalah jaringan server yang membantu mendistribusikan konten dari lokasi yang lebih dekat secara jaringan kepada pengunjung. Konten yang cocok untuk cache dapat disimpan sementara pada edge server.
Umumnya tidak. Origin server atau hosting utama tetap menjadi sumber data dan aplikasi. CDN bertindak sebagai lapisan distribusi di depannya.
Perlindungan DDoS membantu mendeteksi, menyerap, atau memblokir trafik serangan yang mencoba menghabiskan kapasitas jaringan atau sumber daya server.
Web Application Firewall menyaring request HTTP/HTTPS menggunakan aturan keamanan. WAF dapat membantu memblokir request yang cocok dengan pola berbahaya atau kebijakan tertentu.
Ketika file sudah tersedia di cache edge, file tersebut dapat dikirim langsung kepada pengunjung tanpa selalu mengambil ulang dari origin server.
Pelajari bagaimana CDN, DNS, WAF, dan perlindungan DDoS dapat menjadi bagian dari arsitektur website modern.
Lihat Semua Fitur →